Empat Hal Harus Diketahui Wanita Usai Bercerai


Pasangan bercerai (inmagine)
VIVAlife - Berpisah dengan orang yang dicintai adalah hal menyakitkan. Akan lebih miris, ketika perpisahan disebabkan karena hadirnya orang ketiga. Namun kandasnya sebuah pernikahan, terkadang membuat seseorang (wanita) harus bertahan agar tidak terus meratapi masalah yang sedang dihadapi.
Bagi sebagian wanita butuh waktu lama meninggalkan pola kebiasaan bersama pasangan. Namun, untuk membawa kembali kebahagiaan Anda tanpa pasangan masih sangat mungkin. Usai berpisah dengan pasangan, ada baiknya Anda menyiapkan diri untuk melakukan beberapa hal berikut seperti dikutip dalam laman Boldsky:
Tanggungjawab
Setelah berpisah dari pasangan, semua tanggungjawab ditanggung sendiri. Kesiapan mental dan fisik pun harus ditingkatkan, agar semua kehidupan Anda dapat berjalan lancar seperti biasa. Untuk menyeimbanginya, diharapkan Anda mampu menghindari stres, karena dapat memicu depresi.
Kondisi Keuangan
Ini adalah hal yang harus digarisbawahi bagi wanita yang telah bercerai. Di awal perpisahan, mungkin akan terasa berat, karena tak ada lagi pemasukan untuk kebutuhan rumah tangga dari suami. Oleh karena itu, wanita harus lebih cepat tanggap untuk mengencangkan ikat pinggang dalam hal ini.
Akan tetapi walau sang mantan suami juga memberikan uang bulanan sebagai wujud tanggungjawabnya dengan keluarga, sebaiknya jangan terlalu mengandalkannya. Untuk itu, siapkan diri secara finansial untuk diri sendiri dan kebutuhan keluarga, khususnya kebutuhan anak.
Kencan
Tak sedikit wanita berpikir untuk tidak kencan usai bercerai. Padahal berkencan dengan pria yang dirasa menarik hati dan menaruh hati, bukanlah sesuatu kejahatan besar. Meski demikian, para wanita yang baru saja bercerai juga tidak tergesa-gesa mencari pasangan hidup. Biarkan hati Anda sedikit bernafas lega. Ketika hati dan mental sudah siap, serta mendapat persetujuan dari anak, Anda berhak untuk menjalani hidup dengan pasangan lain.
Luangkan Waktu Untuk Anak
Ketika orangtua bercerai, anak-anak adalah korban utama perceraian. Kalau didikan kedua orangtua tak seimbang, atau orangtua tak menjaga jalinan komunikasi dengan baik, anak akan merasa kesulitan menghadapi kondisi ini. Oleh karena itu, untuk menjaga agar kualitas hubungan dengan anak, Anda disarankan untuk menghabiskan waktu bersama. Misal dengan berjalan-jalan, atau sekadar menyantap hidangan favorit mereka
Share this article :
 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Saung Sule - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger