Mengenal Sejarah Lewat Lima Museum Tokoh Indonesia

Museum Affandi di Yogyakarta. (facebook.com/affandimuseum.yogyakarta)

Museum Affandi di Yogyakarta. (facebook.com/affandimuseum.yogyakarta)

VIVAlife - Dunia baru saja memperingati hari museum internasional pada 18 Mei lalu. Ironisnya, di tengah perayaan tersebut, museum di Indonesia justru masih dipandang sebelah mata. Hal ini, terlihat dari rendahnya tingkat kunjungan ke sejumlah museum Tanah Air.

Padahal jika berbicara tentang keragaman museum, Indonesia tak kalah dari negara-negara lain. Museum arkeologi, geologi, seni, hingga tokoh sejarah bisa ditemui di Indonesia.

Nah, untuk tokoh sejarah, Indonesia punya beberapa museum yang sebenarnya patut untuk dikunjungi. Apa saja? Yuk, lihat daftarnya berikut ini seperti dilansir dari laman Museumindonesia.

1. Museum Bung Karno
Masyarakat Indonesia memang lebih mengenal Museum Bung Karno yang berada di Blitar, Jawa Timur. Namun, tahukah Anda mengenai museum Bung Karno yang berada di Bengkulu? Walaupun bukan sepenuhnya museum, tempat ini dahulunya merupakan kediaman Ir. Soekarno saat diasingkan ke Bengkulu pada tahun 1938 hingga 1942.

Rumah yang lokasinya tak jauh dari Benteng Malborough ini awalnya adalah tempat tinggal seorang pengusaha yang menyuplai bahan pokok untuk kebutuhan pemerintahan kolonial Belanda. Di dalamnya terdapat benda-benda peninggalan pribadi Bung Karno yang dipakai saat tinggal di sana.

Hingga saat ini, kondisi asli rumah tersebut masih dipertahankan. Meliputi kamar tidur, teras serta furnitur. Ada pula koleksi buku-buku Bung Karno yang jumlahnya mencapai ratusan buah meliputi ensikopledia, karya sastra klasik, hingga data kepemimpinan Jong Java.

Rumah Kediaman Bung Karno
Jl. Sukarno-Hatta, Anggut Atas, Bengkulu


2. Monumen Panglima Besar Jenderal Sudirman
Salah seorang pahlawan yang perjuangannya senantiasa dikenang oleh seluruh penduduk Indonesia adalah Panglima Besar Jenderal Sudirman. Untuk mengenang jasa-jasanya, dibangun sebuah monumen bernama Monumen Panglima Besar Jenderal Sudirman yang berada di pintu masuk kota Purwokerto dari arah barat tepatnya di sebelah timur Sungai Logawa.

Di monumen yang terdiri dari dua lantai ini terdapat foto-foto perjuangan pria kelahiran 24 Januari 1916 tersebut, saat merebut kembali kota Yogyakarta sebagai ibukota Indonesia (pada saat itu) dari kolonial Belanda, relief sejarah bangsa Indonesia dalam Perang Kemerdekaan 1945, dan Patung Jenderal Sudirman duduk di atas punggung kuda yang terbuat dari perunggu seberat 5,5 ton dengan tinggi 4,5 meter. Tak hanya itu, ada pula patung dada dan replika tandu Jenderal Sudirman yang wafat 29 Januari 1950 dalam usia 34 tahun.

Monumen Panglima Besar Jenderal Sudirman
Jalan Dr. Soeparno No. 24, Purwokerto, Jawa Tengah

3. Museum Affandi
Museum yang terletak di Jalan Laksda Adisucipto 167 ini merupakan salah satu komplek museum seni lukis di Yogyakarta. Luasnya mencapai 3.500 meter persegi dan terdiri atas bangunan museum beserta bangunan pelengkap, dan bangunan rumah tempat tinggal pelukis Affandi dan keluarganya. 

Pembangunan komplek museum ini dilakukan secara bertahap dan dirancang sendiri oleh Affandi. Seperti yang Anda ketahui, Affandi Koesoema merupakan seorang seniman yang dikenal sebagai maestro seni lukis Indonesia yang juga telah dikenal luas di dunia internasional dengan aliran ekspresionisme dan romantismenya.

Museum Affandi memiliki tiga galeri yang merupakan ruang pameran sejumlah hasil karya lukisnya yang dilukis di atas kertas, lukisan cat air, pastel, serta cat minyak di atas kanvas. Di tempat ini terdapat pula beberapa barang kesayangan Affandi seperti patung-patung potret diri yang terbuat dari tanah liat dan semen, mobil Colt Gallant tahun 1976 juga sepeda.

Sebagai tempat peristirahatannya yang terakhir, Affandi wafat pada 23 Mei 1990 dan memilih tempat pemakamannya di antara dua bangunan Galeri I dan Galeri II, berdampingan dengan istrinya, Maryati, dikelilingi lukisan hasil karyanya, serta rimbunan tanaman dan mawar di sekitarnya.

Museum Affandi
Jl. Laksda Adisucipto 167, Yogyakarta 55281

4. Museum M.H. Thamrin
Kiprah Mohammad Husni Thamrin yang berjuang demi rakyat dan kemajuan masyarakat pribumi menjadikannya salah satu pahlawan nasional yang jasa-jasanya senantiasa dikenang. Bahkan, sebuah bangunan milik MH Thamrin yang dihibahkan untuk kegiatan pergerakan nasional Indonesia menuju kemerdekaan, lepas dari belenggu penjajahan Belanda telah menjadi museum tempat disimpannya koleksi-koleksi yang mengingatkan pada perjuangan sang pahlawan. 

Di museum ini, terdapat koleksi foto-foto reproduksi tentang kiprah perjuangan Mohammad Husni Thamrin dan pergerakan nasional Indonesia serta suasana kota Jakarta.

Selain itu, ada pula lukisan M.H. Thamrin, radio yang digunakan sang pejuang untuk mendengarkan siaran dari NIROM maupun dari luar negeri, bale-bale tempat pembaringan terakhir jenazah Mohammad Husni Thamrin, serta barang-barang pribadi lainnya.

Museum ini juga memiliki koleksi pustaka meliputi buku-buku naskah tentang Mohammad Husni Thamrin dan pidata-pidatonya di Volksraad.

Museum MH Thamrin
Jl. Kenari II no.15, Jakarta

5. Museum Kartini

Untuk mengenang jasa pengabdian dan perjuangan R.A. Kartini sebagai perintis emansipasi wanita Indonesia, tahun 1975 Pemerintah Daerah Tingkat II Jepara, atas usulan wakil rakyat dan bantuan dari Presiden Soeharto, mendirikan museum yang didedikasikan untuk wanita asal Jepara tersebut. 

Museum yang terletak di Desa Panggan Jepara ini merupakan museum lokal yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Jepara. Memiliki luas 890 meter persegi dan berdiri di atas tanah seluas 5.210 meter persegi, museum terdiri dari tiga gedung yang merupakan tempat penyimpanan koleksi benda-benda peninggalan R.A. Kartini semasa hidupnya.

Tak hanya itu, di tempat ini juga terdapat benda-benda peninggalan kakak R.A. Kartini, yaitu RMP Sosrokartono dan benda-benda kuno hasil temuan di wilayah Kabupaten Jepara. Ada pula tempat yang difungsikan sebagai lokasi kegiatan seni.

Museum R.A. Kartini
Alun-alun no.1, Jepara, Jawa Tengah. (asp)

21 May, 2013


-
Source: http://kosmo.vivanews.com/news/read/414501-mengenal-sejarah-lewat-lima-museum-tokoh-indonesia
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com
Share this article :
 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Saung Sule - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger